pakan udang murah berkualitas & solusi penyakit udang

Turbin Aerator

Turbin Aerator

Merupakan salah satu alat yang berfungsi untuk menaikkan kelarutan oksigen dalam air (dissolve oxygen – DO) pada budidaya hewan air yang sangat dibutuhkan ketersediaannya.

Tabel.1 Pengaruh kelarutan oksigen dalam air terhadap organisme air

Dapat dikatakan bahwa Turbin Aerator ini masuk dalam kategori Bubble Aerator, yang pada prinsipnya memasukkan udara ke air.  Turbin Aerator memanfaatkan perbedaan tekanan udara diluar dan didalam air. Dengan penggerak dinamo listrik, pipa yang mempunyai lubang udara ini akan memasukkan udara secara terus menerus ke dalam air dimana sudu turbin yang ada dalam satu poros fungsinya akan memecah turbulensi udara yang masuk sehingga dihasilkan udara (gelembung udara) yang cukup kecil. Walhasil, udara tersebut akan dengan mudah terlarut dalam air dan secara otomatis akan menaikkan nilai kelarutan oksigen dalam air.

Pola Teknis

Keberadaannya di tambak budidaya amatlah penting untuk memberikan konsistensi pemenuhan kebutuhan oksigen terlarut (bagi hewan budidaya) agar dapat tumbuh dengan baik.

Gambar 1. Bentuk Impeller

Secara teknis, dalam suatu petakan budidaya tidak terlalu banyak unit yang digunakan. Contoh, dalam budidaya udang vanamei, Untuk luasan 2000 m2 dengan tebaran benur 200.000 ekor, dibutuhkan 2 unit turbin aerator dengan daya 1 Hp. Tentunya juga didukung dengan paddle wheel aerator  (4 unit) untuk meratakan oksigen terlarut ke seluruh luasan tambak.

Pola penyebaran oksigen oleh turbin aerator adalah radius. Semakin besar daya yang digunakan maka semakin besar radius oksigen yang disebarkan, oleh karena itu tambahan menggunakan kincir (paddle wheel aerator) sangat membantu untuk percepatan penyebaran oksigen dalam kolam/tambak.

Dibawah ini merupakan gambaran pola radius penyebaran oksigen turbin aerator

Grafik 1.Penyebaran DO terhadap jarak (1 hp)
Menggunakan alat uji DO meter

Peningkatan oksigen terlarut (dissolve oxygen – DO) oleh turbin aerator ini cukup signifikan dengan waktu yang cukup singkat. Dengan begitu, turbin aerator tidak perlu dinyalakan secara terus menerus (24 jam). Apabila ada DO meter, maka kita dapat mengukur waktu serta besaran oksigen terlarut sehingga dapat dihitung berapa lama turbin aerator ini harus nyala, dengan begitu kita bisa mendapatkan efisiensi biaya listrik yang digunakan.

Kemampuan yang tergambar diatas dengan spesifikasi motor listrik 1 hp, pipa As diameter 1 inchi dan kedalaman 30 cm dari permukaan air.

Berbeda pula ketika kita meningkatkan besaran pipa As menjadi 2 inchi dan motor listrik menjadi 2 hp.
Berikut grafik hasil pengujian di lapangan dengan parameter :
Salinitas air = 16 ppt
Suhu atmosfir = 32 derajat Celcius
Suhu air = 30 derajat Celcius

Grafik 2. Penyebaran DO (dissolved oxygen) terhadap jarak (2 hp)

Dalam pelaksanaan di lapangan, gelembung yang dapat dihasilkan seperti dibawah ini :

Turbin Aerator sebagai Cara menaikkan kelarutan oksigen dalam air secara cepat

Jangan Ragu menanyakan kepada kami

No Comments Yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Chat
Send via WhatsApp