pakan udang murah berkualitas & solusi penyakit udang

SIPHON DAN AERASI UNTUK KUALITAS AIR DAN PERTUMBUHAN YANG LEBIH BAIK

Salah satu kendala dalam budidaya udang selain ketersediaan akan benih yang baik adalah kualitas air.
Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menunjang keberhasilan usaha akuakultur adalah penyediaan lingkungan yang sesuai dengan benih, sehingga diperoleh kelangsungan hidup yang tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas air dalam kegiatan akuakultur antara lain: suhu air, oksigen terlarut (DO – dissolved oxygen), derajat keasaman (pH), alkalinitas, ammonia, nitrit, nitrat, karbondioksida, dan bahan organik terlarut lainnya.

SIPHON

Keberadaan ammonia, nitrit dan nitrat akibat penumpukan pakan yang tidak termakan serta sisa metabolism oleh udang menjadi kendala yang sangat krusial dalam mempengaruhi parameter kimiawi dan fisik kualitas air, dan berdampak pada tingkat kelangsungan hidup udang atau hewan budidaya.

Oleh sebab itu, pengeluaran air atau biasa disebut SIPHON, sangat penting untuk dilakukan agar “sampah” yang kita maksudkan tersebut diatas dapat diminimalisasi dampak negatifnya. Pun untuk tambak dengan budidaya tradisional juga harus melakukan sirkulasi air.

Gambar Ilustrasi siphon – sumber : wwf indonesia

Lakukan sirkulasi air setelah usia budidaya menginjak 30 hari. Setelah itu, lakukan secara berkala setiap 5 hari sekali (untuk budidaya tradisional) dan minimal 3 hari sekali untuk tambak dengan system budidaya semi intensif.

AERASI

Selain melakukan siphon dalam menjaga kualitas air, hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah pemberian aerasi.

Aerasi adalah suatu proses penambahan udara/oksigen dalam air dengan membawa air dan udara ke dalam kontak yang dekat, dengan cara menyemprotkan/melemparkan air ke udara (air ke udara) atau dengan memberikan gelembung-gelembung halus udara dan membiarkannya naik melalui air (udara ke dalam air – contoh, turbin aerator).

paddle wheel aerator

Cara mengukur kadar oksigen di dalam air adalah dengan DO meter. Pada umumnya, 5 mg/L (ppm) atau lebih merupakan batasan bawah besaran DO (dissolved oxygen) yang dibutuhkan oleh biota air untuk dapat hidup dan tumbuh secara normal.

salah satu tipe aerasi – Turbin Aerator

Cara paling sederhana melihat biota air / hewan air kekurangan oksigen adalah banyaknya jumlah hewan air yang muncul ke permukaan air.

No Comments Yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Chat
Send via WhatsApp