pakan udang murah berkualitas & solusi penyakit udang

Penyebab Kotoran putih Udang Vannamei

Serangan penyakit yang dikenal dengan kotoran putih (WFD – White Feces Disease) pada budidaya udang vanamei sekarang ini tidak hanya menyerang pada budidaya intensif saja, tapi sudah sering menyerang budidaya tradisional dan semi intensif. Sebagai dampaknya nafsu makan udang turun, tubuh udang kropos serta mati yang pada akhirnya menurunkan produktivitas udang vanamei
Gejala klinis udang yang sudah terserang penyakit kotoran putih tidak tampak secara jelas. Adanya “kotoran putih” yang mengambang di permukaan air tambak dan diikuti oleh penurunan nafsu makan (Somboon dkk, 2012). Bila tidak ditangani secara cepat dan tepat, penyakit berak putih dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi para petambak. Oleh karena itu perlu disegerakan usaha pencegahan serta pengobatan atau kuratif yang akurat. Maka karena itu, perlu dilakukan langkah kerekayasaan tentang penanggulangannya pada udang vanamei (Litopenaues vannamei).

Penyebab
Penyakit ini muncul dan menginfeksi udang dikarenakan pengelolaan tambak kurang baik.
Seperti kualitas air yang tidak baik serta pemberian pakan yang berlebihan.
Penumpukan sisa pakan dibarengi dengan siklus pergantian air yang tidak diadaptasikan akan mengakibatkan timbulnya masalah. Bahan organik yang tidak termakan itulah yang menyebabkan munculnya protozoa yang kemudian menyerang sistem pencernaan udang. Limbah pakan yang mengendap itu juga dapat menimbulkan zat racun seperti H2S Hidrogen Sulfida, sehingga plankton tambak akan mati.
Umumnya, serangan penyakit berak putih dulunya sering terjadi pada tambak non tanah, karena bahan organik yang menyebabkan penyakit ini tidak dapat terurai atau pada tambak tanah dengan sumber air yang tercemar.

Gejala
Adapun ciri yang ditimbulkan oleh penyakit berak putih ini adalah beralihnya warna insang udang menjadi kehitaman akibat serangan dari protozoa. Cangkang pada udang menjadi longgar dan hepatopancreas mengalami pengerutan serta berubah warna.
Terlihat adanya kotoran berupa untaian benang putih mengambang pada tambak, terutama pada saat udang berusia 60 hari ke atas, bahkan di usia 30 hari pun juga sering muncul.

Tindakan Pengobatan
Bila serangan sudah terjadi, yang harus petambak lakukan adalah melakukan pergantian air sebanyak 20 persen hingga 30 persen dari jumlah air yang ada di tambak.
Usaha ini dilakukan untuk mengurangi gas amonia [NH3] serta limbah yang ada pada tambak (namun tidak terjadi ketika menggunakan pakan Saga58 bersamaan dengan penggunaan SagaProVit sejak awal budidaya), Kemudian masukkan air baru secara bertahap (10% per hari) sambil memasukkan fermentasi SagaProVit sebanyak 4 ppm.
Pemberian pakan dikurangi sebanyak 50% dari dosis pemberian pakan.
Berikan SagaProVit dengan dosis 1 : 20, artinya 1 liter SagaProVit untuk 20 Kg pakan.
(larutkan 50 ml SagaProVit dalam 150 ml air bersih kemudian campurkan dalam 1 Kg pakan).
Berikan takaran tersebut setiap kali pemberian pakan, sampai berak putih udang tidak tampak kembali.
Setelah berak putih tidak tampak, kembalikan dosis pemberian SagaProVit menjadi 1 : 50, dengan memberikan pertambahan pakan secara berkala sampai kembali normal.

Berdasarkan pengalaman di lapangan, setelah menggunakan dosis pengobatan (1:20) selama 3 hari berturut-turut, berak putih akan hilang alias sembuh dan serta merta nafsu makan udang akan kembali normal bahkan jauh lebih tinggi nafsu makannya.

Berikutnya, Selalu Gunakan SagaProVit pada pemberian pakan karena SagaProVit mempunyai kegunaan yang sangat luar biasa.
Berisi asam amino (protein), vitamin A, B komplek, C, D, E dan K, Kalsium, Glukosa, Enzim protease, amylase, lipase, serta ekstrak bawang putih, memberikan manfaat :
• Menaikkan Nafsu Makan
• Menaikkan imunitas tubuh udang terhadap serangan penyakit
• Menekan tingkat kematian dini (Early Mortality Syndrome)
• Mengatasi/Menyembuhkan Penyakit kotoran putih
• Mengandung hormon pertumbuhan alami untuk percepatan pertumbuhan udang
• Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pakan
• Memberikan kelengkapan nutrisi dan enzim untuk pertumbuhan udang
• Meningkatkan pertambahan berat harian (Average Daily Gain) pada udang

GUNAKAN SAGAPROVIT UNTUK HASIL PANEN YANG LEBIH BAIK

No Comments Yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *