pakan udang murah berkualitas & solusi penyakit udang

Dominasi Penyakit Udang 2019

Masih belum terlalu banyak perubahan penyakit yang menyebabkan hancurnya budidaya udang, WSSV masih mendominasi jajaran penyakit yang sangat mematikan.

Apa saja penyakit udang yang kemungkinan aktif berkeliaran sepanjang tahun ini?

tambak intensif
Tambak intensif di wilayah Lampung Timur. (Foto: Suriawan,Distributor wilayah Lampung)

Penyakit Terkini

penyakit utama yang kerap merugikan pembudidaya udang di Asia dan Indo Pasifik terdiri dari virus, bakteri, parasit, dan penyakit noninfeksi.

Penyakit yang disebabkan virus ialah :

White Spot Syndrome Virus (WSSV),

Infectious Myonecrosis Virus (IMNV),

Infectious Hypodermal and Hematopoietic Necrosis Virus (IHHNV),

Taura Syndrome Virus (TSV), dan

Shrimp Hemocyte Iridescent Virus (SIHV). 

Sedangkan penyakit-penyakit yang diakibatkan dari Bakteri, seperti :

Early Mortality Syndrome (EMS)/Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) yang sekarang menjadi masalah terbesar di Asia dan penyakit yang disebabkan Vibrio sp.

Parasit yang mengganggu udang berupa Microsporidia dan Haplosporodia. Microsporidia mengakibatkan Enterocytozoon Hepatopenaei (EHP) atau Hepatopancreatic Microsporidiasis (HPM) dan White Feces Disease (WFD) atau biasa disebut penyakit berak putih. Sedangkan penyakit non-infeksi misalnya insang hitam, toksik plankton, dan kram otot yang masih banyak terlihat di beberapa lokasi budidaya. 

Sementara, IMNV memperlihatkan ciri insang menghitam, otot putih, dan ekor kemerahan. Namun saat sekarang ini, sudah mulai sulit untuk menemukan ciri-ciri IMNV dengan ekor kemerahan, rata-rata ekornya terlihat normal.
Mula-mula myo ada di Situbondo, Jatim, lalu menulari Lampung, Bali, Lombok, dan lainnya. Yang terbaru, ‘Myo rasa WS’ banyak terjadi di Lampung, Banyuwangi dan Situbondo (Jatim), Bali, Jawa Barat bagian Selatan, dan Bengkulu. Penyakit ini akibat tiga infeksi, yaitu bakteri vibrio, EHP, dan IMNV.

No Comments Yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Chat
Send via WhatsApp